Senin, 15 Agustus 2011

♥ Kepulauan Raja Ampat ♥

♥ Pulau Kofiau ♥


Wisatanesia.com-Kofiau adalah sebuah pulau di wilayah Raja Ampat, Papua Barat, yang menyimpan peradaban salah satu suku laut di Indonesia. Sebelum abad 18, Kofiau menjadi kawasan jajahan Kerajaan Ternate. Legenda setempat menyebut asal kata Kofiau dari kisah kopiah Raja Jailolo yang tertinggal di pulau besar ini. Adapun Betew adalah suku yang menghuni pulau tersebut. Suku perantau dari Pulau Waigeo atau wilayah utara dari Kofiau yang hanya berjarak 60 mil. Sejak abad 19, suku Betew telah mendiami Pulau Kofiau dan berbaur dengan para pendatang dari Pulau Biak. Dan hingga saat ini, laut seperti tak akan pernah lepas dari tali kehidupan suku Betew. Mereka memang mendiami bibir pantai. Dan mengambil ikan sekadarnya hanya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Perairan Kofiau jelas memiliki kekayaan hayati yang berlimpah.. Wisata Indonesia Surga Dunia

Read more: http://www.wisatanesia.com/2010/08/pulau-kofiau.html#ixzz1V5Kn1F2d


 ♥  Pulau Misool  ♥





Wisatanesia.com-Pulau Misool adalah suatu pulau yang terletak di daerah raja ampat dan berbatasan dengan laut seram. Daerah ini terletak di kepala burung papua barat dan dekat dengan kota sorong . Misool terbagi atas dua bagian yaitu misool timur selatan dan misool barat. Daerah ini terkenal juga dengan keanekaragaman budaya, adat, laut dan darat yang begitu terkenal di dunia. misool termasuk daerah segitiga karang dunia dan puluhan banyak ikan hias yang terdapat di dalam lautnya yaitu sekitar 75% ikan hias dan segitiga karang dunia juga terdapat di daerah misool ini. Dan daerah ini juga memiliki laut lepas yang sangat luas sekali sehingga menjadi jalur lintasnya hewan-hewan besar yaitu seperti ikan paus dan gurita. Menurut informasi dari masyarakat setempat bahwa gurita sering di temukan pada malam hari sedangkan ikan paus di temukan pada siang hari, sehingga daerah misool dikenal atau boleh dikatakan dengan daerah yang penuh misterius karena masih banyak terdapat hewan laut yang besar2 di daerah ini dan yang sudah langka di dunia. Wisata Indonesia Surga Dunia


 

♥ Pulau Waigeo ♥ 

 



Wisatanesia.com-Pulau Waigeo merupakan sebuah pulau yang berada di provinsi Papua Barat. Pulau Waigeo ini juga dikenal dengan nama Amberi, atau Waigiu.Pulau Waigeo merupakan pulau yang terbesar dari empat pulau utama di kepulauan Raja Ampat ,jarak antara Pulau Waigeo dengan Halmahera sekitar 65 km. Tiga pulau lainnya Salawati, Batanta dan Misool.
luas wilayah kepulauan waigeo adalah sekitar 3.155 km ²,dan mempunyai ketinggian hampir 1000 m . luas wilayah pulau waigeo Dari barat ke timur pulau sekitar 110 km,sedangkan dari utara ke selatan sekitar 50 km.
Sejak 1997, pulau ini telah menjadi tempat budidaya mutiara dimiliki oleh perusahaan Australia Atlas Pasifik
Wisata Indonesia Surga Dunia

Raja Ampat, nama yang masih terdengar asing bagi masyarakat Indonesia, terutama yang hidup di belahan bagian barat Nusantara, namun bagi penyelam khususnya para “Diver” profesional merupakan surga terakhir yang ada di belahan timur Indonesia. Disebut sebagai “The Last Heaven “ karena menyimpan banyak kekayaan flora dan fauna yang dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau dan tidak akan ditemui di wilayah Nusantara yang lain. Hamparan terumbu karang dalam laut masih alami bahkan oleh sejumlah peneliti disebutkan sebagai terumbu karang dengan komposisi terlengkap dengan banyak variasi species ikan di dalamnya. Dalam sejarahnya nama “Raja Ampat” konon diberikan oleh Raja Ternate ketika menjadikan wilayah kepulauan sekitar kepala burung ini sebagai jajahannya, yang berarti jumlah raja-raja kecil yang memimpin di empat gugusan pulau besar yaitu Batanta, Misool, Salawati, serta Waigeo.

Pada perjalanan sejarahnya saat ini Raja Ampat menjelma menjadi sebuah Kabupaten di bawah Provinsi Papua Barat sejak mengalami pemekaran dari Kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Sorong pada tahun 2003. Wilayah Kabupaten Raja Ampat terdiri dari sekitar kurang lebih 610 pulau besar dan kecil dengan luas wilayah mencakup 46.000 kilometer persegi dengan sebagian besar lautan dengan komposisi sekitar 85% laut dan sisanya merupakan wilayah daratan. Karena kondisi alamnya terutama lautnya, lebih dari 80% wilayah Raja Ampat masih termasuk dalam wilayah konservasi. Penduduk Raja Ampat menurut sensus tahun 2004 berjumlah kurang lebih 29.000 jiwa yang tersebar di hampir 35 pulau. Ibukota Kabupaten Raja Ampat berada di daerah Waisai yang masuk dalam wilayah daratan di Pulau Waigeo bagian selatan, pada awalnya Waisai hanyalah sebuah kampung yang dihuni oleh sekitar 100 KK namun kini dengan dijadikannya Ibukota Kabupaten pembangunan infrastruktur telah dimulai. Untuk mencapai Waisai, para wisatawan yang menggunakan pesawat terbang harus terlebih dahulu mendarat di Kota Sorong dan kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur laut dengan menggunakan kapal cepat yang menempuh waktu sekitar 2-4 jam, dengan jarak sekitar 30 Mil laut ke sebelah timur laut Kota Sorong.



Dalam perjalanan menuju Waigeo tersebut, kita dapat menikmati pemandangan sejumlah pulau karang dengan tebing curamnya yang menghadap ke lautan. Jika beruntung, dalam perjalanan laut kita dapat bertemu dengan sekawanan lumba-lumba yang berlomba-lomba berpacu mengikuti jalannya kapal yang kita tumpangi. Gambaran tersebut dapat mewakili keseluruhan wilayah Raja Ampat, yang membentang dari Pulau Gag di sebelah barat yang berbatasan dengan Provinsi Maluku Utara, hingga Kepulauan Asia di sebelah timur yang berbatasan laut dengan Republik Palau.


Selain kekayaan lautnya, mulai dari indahnya terumbu karang di Pulau Kofiau, Misool, Waigeo Selatan dan Barat, serta Kepulauan Ayau di bagian timur. Raja Ampat juga menyimpan banyak kekayaan alam di dalam buminya, kekayaan tersebut dilengkapi dengan potensi pertambangan, terutama nikel di Waigeo Utara, Waigeo Timur, Pulau Salawati, Gag, Batanta, dan Misool.
Sejalan dengan pemekaran wilayah, Raja Ampat mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor kehidupan masyarakatnya. Pada sektor transportasi dan infrastruktur untuk kepentingan pelayanan masyarakat ditandai dengan pembangunan sejumlah dermaga di berbagai pulau, serta fasilitas pembangkit listrik. sedangkan sektor pariwisata ditandai dibukanya sejumlah resor penyelaman, dan meningkatnya kegiatan di sektor pertambangan, terutama pertambangan nikel. Namun kedua sektor terakhir ini mengalami polemik serta kontradiksi bagi masyarakat dan pemerintah setempat, di satu sisi wilayah konservasi yang menjadi tujuan sektor pariwisata yang berjalan seiring dengan sisi lain yaitu dengan berjalannya sektor pertambangan yang menyerap banyak tenaga kerja dan memberi pemasukan signifikan bagi keuangan daerah namun dalam kegiatannya memberi dampak negatif bagi kelestarian lingkungan terutama daerah yang menjadi wilayah konservasi tersebut. Keberadaan proyek pertambangan banyak ditentang oleh sejumlah LSM pemerhati lingkungan yang disponsori pihak asing, karena merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup sejumlah biota laut dan terumbu karang serta berbagai species burung langka yang hidup di sejumlah pulau di Raja Ampat. Namun ini merupakan dilema yang pada kenyataannya kegiatan pertambangan menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat di pulau-pulau yang selama ini hidup dari sekedar mencari ikan dilaut untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya. Sementara pembukaan resor-resor penyelaman dan keberadaan sejumlah wilayah konservasi hanya menyerap tenaga kerja secara terbatas, dan membatasi kegiatan masyarakat yang ingin mencari penghidupan dari laut dan hutan di sekitar tempat tinggalnya. Dibutuhkan semacam kearifan lokal untuk dapat menselaraskan jalannya kedua sektor tersebut agar dapat saling mendukung dan bukan sebaliknya untuk saling bertentangan. Dan kepada pihak-pihak yang mempunyai wewenang akan hal tersebut hendaklah dapat dengan jeli menyikapi perkembangan permasalahan tersebut, agar “The Last Heaven” tetap menjadi surga yang tetap terjaga dan sekaligus pula mensejahterakan penduduk surga yang hidup didalamnya.


Read more: http://www.wisatanesia.com/2010/08/pulau-waigeo.html#ixzz1V5NKK181

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar